<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Puisi Sebagai Subversi</title>
	<atom:link href="http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/</link>
	<description>mimpi adalah semangat. dan perlu sebuah rumah buat menampungnya.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 00:33:15 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: agus raharjo</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/comment-page-1/#comment-3609</link>
		<dc:creator>agus raharjo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 17:01:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=426#comment-3609</guid>
		<description>terkadang saya ragu puisi adalah bagian dari sebuah imajiner penyair. kadang justru penyair &#039;memberitakan&#039; dirinya dengan puisi.

Puisi subversif? sealunan dengan gerakan (mahasiswa), memang sudah bukan jamannya lagi puisi pamflet. tapi pertanyaannya apakah puisi itu bisa dinikmati oleh stiap pembacanya? Baru-baru ini saya kepikiran itu terus... jangan-jangan puisi hanya &#039;bisa dibaca&#039; sesama penyair. Tidak lebih. Karena terlalu &#039;menyembunyikan diri&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terkadang saya ragu puisi adalah bagian dari sebuah imajiner penyair. kadang justru penyair &#8216;memberitakan&#8217; dirinya dengan puisi.</p>
<p>Puisi subversif? sealunan dengan gerakan (mahasiswa), memang sudah bukan jamannya lagi puisi pamflet. tapi pertanyaannya apakah puisi itu bisa dinikmati oleh stiap pembacanya? Baru-baru ini saya kepikiran itu terus&#8230; jangan-jangan puisi hanya &#8216;bisa dibaca&#8217; sesama penyair. Tidak lebih. Karena terlalu &#8216;menyembunyikan diri&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanif Ilham M</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/comment-page-1/#comment-3599</link>
		<dc:creator>Hanif Ilham M</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 05:20:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=426#comment-3599</guid>
		<description>puisi itu tidak dicari, cukup pejamkan mata, terbangkan lamunan, tersenyum kegilaan, dan tiduri saja kata-kata. saat hamil, maka akan melahirkan puisi. bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>puisi itu tidak dicari, cukup pejamkan mata, terbangkan lamunan, tersenyum kegilaan, dan tiduri saja kata-kata. saat hamil, maka akan melahirkan puisi. bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: masmpep</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/comment-page-1/#comment-3598</link>
		<dc:creator>masmpep</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 03:45:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=426#comment-3598</guid>
		<description>saya bukan penyair. saya sulit memahami estetika puisi. lewat puisi-puisi pamflet-lah saya menikmati jenis seni satu ini. dan terutama, puisi subversi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya bukan penyair. saya sulit memahami estetika puisi. lewat puisi-puisi pamflet-lah saya menikmati jenis seni satu ini. dan terutama, puisi subversi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ciwir</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/comment-page-1/#comment-3587</link>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 08:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=426#comment-3587</guid>
		<description>sampai saiki masih misteri juga kematian wiji tukul iku yaw...
subversif oh dasar penguasa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sampai saiki masih misteri juga kematian wiji tukul iku yaw&#8230;<br />
subversif oh dasar penguasa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhodie</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/comment-page-1/#comment-3586</link>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 04:46:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=426#comment-3586</guid>
		<description>Yep, saia belum melihat nih puisi2 bernuansa sosial yang biasanya hadir memprotes jaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yep, saia belum melihat nih puisi2 bernuansa sosial yang biasanya hadir memprotes jaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
