Tahun Baru

February 7, 2010
By Haris Firdaus

sell_on_change

2010 adalah tahun yang benar-benar baru bagi saya. Sejak awal Januari lalu, saya meninggalkan kota tempat saya lahir dan tinggal lebih dari 20 tahun. Saya pindah ke sebuah kota hiruk pikuk, jauh lebih jelek, tapi mau tak mau harus saya akrabi. Ini konsekuensi dari pekerjaan baru saya.

Perubahan ini, bagi saya, sangat drastis. Saya harus meninggalkan hampir segala hal yang saya akrabi selama ini. Kini, hampir tiap hari, saya menemui sesuatu yang baru–untuk tidak mengatakan asing. Saya butuh banyak adaptasi dan sampai sekarang, mungkin saya masih dalam tahap itu.

Di awal-awal proses ini, sempat terbersit rasa gentar, semacam ketakutan terhadap apa-apa yang terjadi kemudian. Tapi lama-lama, saya toh tahu: justru perubahan ini membawa kebaikan bagi saya. Seorang kawan yang paling dekat dengan saya secara yakin mengatakan pada saya: “Bukankan ini yang memang kamu tunggu-tunggu?”

Kawan itu mungkin memang benar. Akhirnya, saya harus mengakui, hati kecil saya memang gembira dengan perubahan ini. Setidaknya kini pandangan saya jauh lebih luas, dan ke depan, pengalaman dan ilmu-ilmu yang baru pasti saya peroleh. Sejak dulu, saya selalu mendambakan perubahan-perubahan tertentu terjadi dalam hidup saya–walaupun, kadang saya terlanjur merasa nyaman dengan kondisi saya dan membuat saya enggan berubah.

Kepindahan saya jelas mengharuskan saya berpisah dengan sejumlah orang dekat saya–keluarga, kawan-kawan sesama penulis di Solo, teman-teman kuliah saya, dan sederet sahabat dekat saya. Saya tahu, ada kawan yang keberatan dengan kepergian saya karena sesungguhnya saya masih “hutang” tanggung jawab pada mereka. Tapi mau bagaimana lagi. Saya lama mengkomunikasikan ini dengan mereka walaupun ketika waktu berangkat itu tiba, saya belum bisa berpamitan secara langsung dengan mereka. Panggilan kerja itu begitu mendadak sehingga, dengan sangat menyesal, saya cuma bisa berkirim salam pisah via sms.

Kadangkala, saya masih terganggu dengan soal itu. Meski, saya yakin, pada akhirnya mereka mengerti keputusan saya. Ihwal lain yang mengganggu saya adalah soal pinjaman buku. Di kamar saya di Solo, masih teronggok sejumlah buku milik kawan saya. Sejak dulu, saya selalu benci berhutang. Dan pinjaman buku itu, bagi saya, adalah hutang juga. Jujur saja, saya ingin segera menyelesaikan hutang ini secepatnya.

Dalam masa-masa tertentu, di kota jelek ini, saya kadang merasa kesepian. Saya tak punya banyak kawan di sini. Saya mengatasinya dengan membaca buku, jalan-jalan tak jelas, ikut-ikut acara seni, atau tidur. Untunglah, sekali dua saya bertemu sejumlah kawan juga di sini. Dengan semua itu, akhirnya saya merasa nyaman juga. Semoga ke depan, rasa nyaman itu terus ada.

Haris Firdaus

22 Responses to “ Tahun Baru ”

  1. darahbiroe on February 7, 2010 at 1:21 pm

    ijin mengamankan pertamaxxxxxxx

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  2. darahbiroe on February 7, 2010 at 1:23 pm

    pertamaxxxx

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  3. zen on February 7, 2010 at 2:17 pm

    mari hayati jakarta bukan dengan sudut pandang panopticon :D

  4. Haris Firdaus on February 7, 2010 at 2:27 pm

    @ zen: iya, zen. mari. mari. :D

  5. antyo rentjoko on February 7, 2010 at 2:39 pm

    Kota jelek? Masa sih?
    Saya dulu juga tercabut mendadak dari Yogya. Cuma bawa ransel berisi kaos dan jins plus jeroan. Untungnya tak berutang buku maupun kaset — seingat saya begitu sih. :)

  6. Kika on February 8, 2010 at 12:25 am

    Perubahan, itu layak dilakukan. Bila memang tidak bisa memberi kebaikan, maka perlu untuk berubah lagi dan lagi..

  7. goop on February 8, 2010 at 2:53 pm

    ah, tiba juga rupanya di sini :)
    selamat datang, mas….
    barangkali bila satu ketika Anda hendak bertukar kata dengan Mas Zen izinkan saya turut mendengarkan, ya?

  8. DV on February 9, 2010 at 2:03 am

    Perpindahan seperti itu.. ah aku pernah juga mengalaminya akhir 2008 lalu.
    Dari Jogja pindah ke Australia.
    Rasanya sembilu.. seperti tercabut dari akarnya…

    Selamat menikmati! :)

  9. annosmile on February 9, 2010 at 3:07 am

    lama nggak mampir sini
    apa kabar mas dan met tahun baru…

  10. Johan Bhimo Sukoco on February 9, 2010 at 2:09 pm

    Saya yakin Haris Firdaus akan menjadi penulis besar di kota penuh hiruk pikuk tersebut. Buka mata, Mas! Ruang itu semakin terlihat, bukan?
    -jbs-

  11. sawali tuhusetya on February 9, 2010 at 7:28 pm

    kok ya ndak kirim2 kabar atau sms toh, mas kalau pindahan. kota jelek itu jakarta, yak, hehe … di mana pun kita bekerja, totalitas dan komitmen itu yang utama *kok jadi sok tahu* mas haris tak harus merasa kesepian. sekarang kan ada blogwalking, facebook, twitter, atau chat. curhatlah, hehe …. semoga menemukan makna hidup yang sesungguhnya di kota jelek itu. salam kreatif.

  12. Edi Psw on February 12, 2010 at 2:45 am

    Memang kadang-kadang untuk melakukan perubahan menjadi yang lebih baik, kita harus berkorban dengan meninggalkan teman-teman dan sahabat-sahabat dekat kita.

  13. omahseta on February 12, 2010 at 5:05 am

    orang besar selalu lahir dari kancah, dari gelora yang dia menangkan. jalanmu sudah benar, ris…

  14. D3pd on February 13, 2010 at 1:24 pm

    Have a nice day, undangan penuh kebahagiaan di hari yang ke-56 Ayah tercinta, salam D3pd :-D

  15. azzah on February 15, 2010 at 4:18 am

    haris, selamat mbul..telah kau tinggalkan zona nyaman ituh! out of the box, that’s a great decision in ur life. yeay, sure u can make ur self better! I always support u, dude!:)

  16. ciwir on February 15, 2010 at 5:55 am

    semoga suksessss

  17. ael on February 20, 2010 at 2:27 am

    mau tak mau harus mampu :p

    semoga sukses di sana, mas

  18. ael on February 20, 2010 at 1:53 pm

    nanti lama-lama juga betah, mas

    semoga sukses di perantauan :)

  19. pembaca on February 21, 2010 at 2:07 am

    semoga sukses mas
    saya hanya bisa mengikuti sampean dari blog ini.

  20. Haris Firdaus on February 21, 2010 at 10:06 am

    @ semua: terima kasih atas dukungannya! saya jadi lebih tidak kesepian. ha3. :D

  21. Nita on February 22, 2010 at 4:22 am

    di ‘kota jelek’ ini…
    hahaha setuju dab, jika melihat soLo sebagai salah 1 referensi

  22. ael on March 8, 2010 at 3:12 pm

    tenang wae mas haris firdaus. Semuanya gampanng diatasi asal ingat sama Yang Maha Esa. :)

    salam
    Ael

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word