Memberikan tips seputar kecantikan agar mimpi menjadi nyata

Berikut beberapa cara mengatasi penyakit tidur berjalan

Berikut beberapa cara mengatasi penyakit tidur berjalan

Kebanyakan orang yang mengalami penyakit tidur berjalan tidak ingat saat tidur berjalan terjadi. Tidur berjalan biasanya tidak terjadi selama tidur siang karena tidur yang dicapai tidak cukup dalam. Menurut National Sleep Foundation, Anda dapat dan harus membangunkan seorang sleepwalker ketika mereka sedang tidur sambil berjalan. Bangunkan dengan lembut agar tidak mengejutkan mereka.[1]  “dilansir dari laman Doktersehat” tidak dapat diketahui secara pasti beberapa hal yang dapat mencegah penyakit gangguan tidur berjalan itu terjadi. namun, bisa kita ketahui berikut ini beberapa hal yang dapat mengurangi resiko terjadinya atau mengatasi tidur berjalan pada sipenderita:

  • Tidur yang cukup
  • Jangan terlalu stres
  • Cobalah bermeditasi atau melakukan latihan relaksasi
  • Menghindari segala bentuk rangsangan (pendengaran atau visual) sebelum tidur

Selain itu, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat membahayakan pada diri kita atau sipenderita, lakukan sepertihalnya:

  • Kunci pintu dan jendela
  • Menyingkirkan benda-benda tajam di sekitar lingkungan tidur
  • Jika memungkinkan, tidurlah di kasur yang tidak terlalu jauh dengan lantai
  • Tempatkan alarm dekat pintu kamar
READ  Untuk dapat menangani penyakitnya, ketahui gejala gangguan tidur berjalan yang dapat muncul

Jika tidur sambil berjalan disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD), apnea tidur obstruktif, kejang, gerakan kaki periodik, atau sindrom kaki gelisah, untuk mengatasi tidur berjalan dapat berhenti setelah kondisi medis yang mendasarinya atau penyebabnya tersebut diobati. Sementara itu, beberapa obat mungkin diperlukan untuk mengurangi beberapa risiko seperti cedera yang diakibatan tidur sambil berjalan, diantaranya prosom, klonopin dan trazodon. Penggunaan obat-obat di atas dapat dihentikan setelah tidur sambil berjalan sudah menurun intensitasnya. Akan tetapi, penyakit ini justru bisa mengalami peningkatan setelah penggunaan obat terhenti. Ada langkah lain yang dapat mengatasi sepertihalnya teknik relaksasi atau pencitraan mental. Cara ini lebih disukai oleh orang-orang dengan gangguan tidur sambil berjalan. Relaksasi dan teknik citra mental paling efektif bila dilakukan dengan bantuan seorang ahli terapi perilaku atau ahli hipnotis. Jika gejalanya berlanjut hingga mencederai diri atau orang lain, maka tindakan lanjutan yang dlakukan adalah berkonsultasi dengan spesialis jiwa. Meski terkesan menakutkan, tidur sambil berjalan bukanlah gangguan yang serius karena kondisi ini dapat diobati secara efektif. Hal terpenting untuk mengatasi tidur berjalan adalah memastikan bahwa tidak ada gangguan atau penyakit lain yang menyertai penyakit tidur berjalan. Pada beberapa kasus, penyakit tidur berjalan dapat hilang sendirinya.

READ  Berikut Efek Bully Bagi Kesehatan Jiwa

Apakah kamu pernah mengalami penyakit tidur berjalan, penyakit tersebut merupakan beberapa kondisi medis yang sering terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh seseorang ketika tidur sambil berjalan? Penyakit tidur ini cenderung terjadi pada anak-anak akibat tubuh tidak menghasilkan cukup bahan kimia yang mengistirahatkan tubuh. Zat kimia ini biasa dikenal sebagai GABA. Selain pada anak-anak, sleepwalking juga terjadi pada orang dewasa. Penyebabnya pun beragam, yakni stres, kelelahan, kurang tidur, terlalu banyak kafein, dan alkohol. Pada dasarnya, ada lima fase tidur sambil berjalan. Nah, kondisi tersebutbiasanya terjadi selama tahap tiga dan empat, saat tubuh tertidur nyenyak dan NREM (non-rapid eye movement). Lantaran NREM ini tidak terhubung ke memori di otak, alhasil orang yang mengalami hal ini tidak akan mengingat kejadian tersebut. Bahkan tidur sambil memasak pun, orang yang mengalami benar-benar tidak ingat sama sekali. sleepwalking terjadi karena ketidakseimbangan bahan kimia pernyataan tersebut dikutip dari Times of India. Kata sederhananya yang lebih gampang difahami, terdapat dua jenis bahan kimia yang diproduksi di otak, pertama ketika terjaga dan yang kedua ketika sedang tidur. Ketika terdapat keseimbangan dalam bahan kimia yang menempatkan pada tubuh maka akan mengarah ke tidur. Namun, jika sebaliknya, ketika ada gangguan pada kedua bahan kimia tersebut, maka akan menyebabkan gabgguan tidur berjalan tersebut. Di samping itu, masalah mental seperti stres, kecemasan serta depresi juga sangat berkontribusi membuat seseorang mengalami sleepwalking. Maka dalam hal ini diperlukan untuk mengetahui beberapa penyebab yang dapat membuat sleepwalking itu terjadi, agar dapat kita lakukan penanganan dari penyebabnya.[2]

READ  Bingung cara mengetahui ciri-ciri gangguan tidur berjalan. Simak berikut ini.

 

Sumber referensi :

Honestdocs.com

Healthdetik.com

Hellosehat.com