Memberikan tips seputar kecantikan agar mimpi menjadi nyata

Berikut Efek Bully Bagi Kesehatan Jiwa

Berikut Efek Bully Bagi Kesehatan Jiwa

Menurut Alodokter, bully merupakan perilaku kekerasan fisik dan mental, biasanya dilakukan oleh satu orang atau lebih. Pembullyan identik dengan mengintimidasi orang lain atau menyerang, baik menyerang sevara fisik maupun kata-kata. Biasanya pembullyan terjadi di area sekolah dan menimpa mereka yang lemah, baik usia anak-anak maupun remaja.

Dengan kemajuan teknologi sekarang, pembullyan juga tidak hanya dilakukan dalam kehidupan nyata. Namun, pelaku juga menyerang targetnya melalui media sosial. Mereka yang besar di lingkungan yang cenderung melakukan pembullyan, biasanya ketika memasuki uisa dewasa akan mengalami gangguan kesehatan mental dibanding mereka yang dibesarkan di lingkungan yang damai tanpa pembullyan.

Jika kita mendapati anak, adik, atau saudara kita menjadi korban dari pembullyan di sekolah, segera berkonsultasi dengan pihak sekolah. Dengan berkonsultasi, kamu akan mengetahui kebijakan anti-bullying yang seharusnya dimiliki oleh setiap sekolah. Sekolah sekarang diwajibkan memiliki kebijakan semacam itu karena semakin maraknya bullying yang terjadi.

READ  Berikut beberapa penyebab tidur berjalan itu bisa terjadi.

Sumber gambar: unsplash.com

Efek bully bagi kesehatan jiwa sangatlah tidak bagus karena akan membuat si anak mengalami gangguan kesehatan mental nantinya. Mereka senantiasa akan menarik diri dari sosial, dan aka memilih untuk menyendiri. Efek bullying sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan sosial seorang anak. Berikut adalah deretan dampak dari bullying yang diterima oleh anak.

  1. Karena korban lebih suka menyendiri, maka kelak dia akan mengalami kesulitan untuk bergaul dengan orang lain.
  2. Merasa rendah diri.
  3. Suasana hati yang tertekan dan stres, terutama ketika mengingat apa yang telah dilakukan oleh pelaku bully.
  4. Stres berkepanjangan dapat menimbulkan masalah baru, yaitu depresi.
  5. Selalu merasa khawatir jika bertemu dengan pelaku bully.
  6. Rasa tidak memiliki dan ketidakadaan hubungan dengan masyarakat sekitar.
  7. Efek bully bagi kesehatan jiwa si pembully adalah kebiasaan untuk menikmati sesuatu seperti bully untuk meningkatkan ego mereka.
READ  Gejala Gangguan Pernafasan Saat Tidur? Yuk Kenali Lebih Dalam

Kenapa bully bisa terjadi di suatu tempat? Kebanyakan memang bully terjadi di sekolah, mengapa demikian? Pembullyan biasa terjadi di dalam kelas walaupun seringnya terjadi di arena permainan, karena di sinilah pengawasan oleh orang dewasa, khususnya pengawasan guru berkurang. Tidak hanya di sana, jika ada kesempatan pun pelaku bully akan tetap melancarkan aksinya. Misalnya di jalan masuk kelas dan kamar mandi. Dan pembullyan ini pun terjadi mungkin dikarenakan meniru apa yang ditayangkan di televisi, atau meniru tindakan orang dewasa

Kasus bully yang terjadi di media sosial lebih akrab dikenal dengan cyberbullying. Konon, dampak dari cyberbullying ini lebih parah dibandingkan dengan bullying tradisional. Karena dengan cyberbullying, bully bisa dilakukan 24 jam dalam sehari, pelaku yang terkadang anonim, apapun yang sudah diunggah ke media sosial biasanya sulit hilang, siapapun bisa menjadi pelaku atau korban bullying selama mereka memiliki teknologi informasi dan komunikasi disertai dengan koneksi internet.

READ  Bingung cara mengetahui ciri-ciri gangguan tidur berjalan. Simak berikut ini.

Pembullyan di media sosial pun seperti memberikan kesempatan kepada warga dari belahan dunia lainnya untuk melihat korban dari bullying. Hal ini sama saja seperti dipermalukan di depan umum.

Efek dari bully bagi kesehatan jiwa terutama yang dilakukan di media sosial berdampak pada dampak psikologis dan emosi, dampak fisik, dampak psikososial, dan dampaknya juga dapat berakibat pada hasil akademik si korban.

Bagaimana jika anam atau saudara kita sudah terlanjur menjadi korban bullying? Selain melakukan konsultasi pada pihak sekolah, kita juga dapat berbicara dengan pelaku bullying. Karena biasanya, di balik sikap brutal dan beraninya pelaku.