Memberikan tips seputar kecantikan agar mimpi menjadi nyata

Bingung cara mengetahui ciri-ciri gangguan tidur berjalan. Simak berikut ini.

Bingung cara mengetahui ciri-ciri gangguan tidur berjalan. Simak berikut ini.

somnabulisme (sleepwalking) atau yang biasa kita kenal dengan tidur berjalan, merupakan suatu kondisi penyakit berulang di mana seseorang bangun, berjalan, atau bahkan melakukan berbagai kegiatan dalam keadaan tidur. Dapat kita ketahui, ketika seseorang tertidur, terbagi menjadi sekitar 4-5 siklus, masing-masing dalam siklus tersebut, hal ini dapat berlangsung sekitar 90 menit dan terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu tahapan tidur rapid eye movement (REM) dan tahapan non-REM (NREM). tahapan NREM merupakan tahapan awal dalam siklus tidur lalu dilanjutkan dengan REM, begitupun seterusnya siklus akan berulang. Pada tahapan REM inilah otak menjadi lebih aktif, denyut jantung dan napas menjadi cepat, serta dapat timbul mimpi. Salah satu penyebab dari gangguan tidur berjalan dapat kita ketahui dari tiga fase yang merupakan bagian dari tahapan tidur NREM itu sendiri, sepertihalnya:

  • Fase 1: Mata terpejam, namun masih mudah terbangun.
  • Fase 2: Pada fase ini, irama jantung melambat dan suhu tubuh menurun. Tubuh bersiap untuk tidur dalam.
  • Fase 3: Ini adalah fase tidur dalam, di mana seseorang akan sulit dibangunkan. Jika dipaksa bangun dari tidur, dia akan merasa bingung selama beberapa menit. Selama fase 3 ini tubuh akan memperbaiki jaringan yang rusak dan memperkuat sistem imun.
READ  Bingung cara mengatasi tidur berjalan. Simak berikut ini.

Penyakit tidur berjalan merupakan 1 dari 3 tipe gangguan tidur yang terjadi saat tahapan tidur Non Rapid Eye Movement (NREM), selain sleep terror (teror tidur) dan confusional arousals. Penyakit tidur berjalan biasanya terjadi di fase 3 NREM siklus pertama atau kedua, yaitu sekitar 1-2 jam dari mulai tidur.

Penyakit tidur berjalan lebih sering terjadi pada kalangan anak-anak, meskipun bisa saja dialami oleh siapapun yang tidak memandang usia. Namun, dapat diperkirakan 1-5% anak-anak berkemungkinan besar mengalami penyakit gangguan tidur berjalan. Biasanya, usia anak yang mengalami penyakit tidur berjalan adalah usia sebelum remaja, yaitu 11-12 tahun. Walaupun biasanya penyakit tidur berjalan yang terjadi pada anak-anak bukan merupakan penyakit yang serius, namun dapat menimbulkan cedera akibat terbentur atau jatuh. Apabila terjadi pada orang dewasa dapat menjadi suatu tanda dari kondisi yang lebih serius jika dibandingkan yang terjadi terhadap anak.[1] “dilansir dari laman sehatq” bahwasanya gangguan tidur berjalan pada umumnya terjadi ketika malam hari. Dan hal tersebut dapat terjadi ketika beberapa jam setelah mata mulai tertidur. Berikut beberapa ciri-ciri gangguan tidur berjalan yang dapat kamu ketahui.

  • Dapat mengalami sleep terrorsaat gangguan terjadi.
  • Duduk di tempat tidur dan membuka matanya.
  • Sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena tidur yang terganggu.
  • Tidak mengingat kejadian yang dialami.
  • Merespon secara perlahan atau tidak merespon ketika diajak berinteraksi.
  • Merasa pusing atau kebingungan untuk beberapa saat setelah dibangunkan.
  • Sulit dibangunkan ketika sedang mengalami gangguan.
  • Bangun dari tempat tidur dan berjalan atau melakukan aktivitas dalam keadaan tidak sadar atau ketika tertidur.
  • Dilakukan sambil membuka mata dengan tatapan kosong.
READ  Kenali Ciri-ciri Skizofrenia di Sekitarmu

Penyebab dari penyakit tersebut memang belum dapat diketahui secara past. Namun, ada beberapa faktor diantaranya faktor genetik yang memiliki peran penting dalam gangguan tersebut. berikut beberapa hal yang dapat memicu terjadinya gangguan tersebut pada setiap orang, sepertihalnya:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat penenang, dan sebagainya.
  • Jadwal tidur yang tidak teratur.
  • Kurang tidur.
  • Mengalami stres atau sering merasa cemas.
  • Mengonsumsi zat-zat tertentu, seperti alkohol.

Adapun kondisi medis yang dpaat kamu ketahui seperti:

  • Asmaketika tidur.
  • Naiknya asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease(GERD).
  • Kejang yang berlangsung ketika tidur.
  • Gangguan tidur yang memengaruhi pernapasan, seperti sleep apnea, dan sebagainya.
  • Restless legs syndromeatau Penyakit Willis-Ekbom.
  • Aritmiaatau gangguan pada ritme jantung.
  • Mengalami infeksi yang menyebabkan demam(umumnya terjadi pada anak-anak).
READ  Untuk dapat menangani penyakitnya, ketahui gejala gangguan tidur berjalan yang dapat muncul

 

Sumber referensi :

Alodokter.com

Halodoc.com