fiksi
Aku akan memanggilmu Cemara dan kau bisa memanggilku Laut.
Kau tak perlu mengetahui namaku sebagaimana aku tak membutuhkan namamu. Jika sebuah nama diperlukan untuk membuat seseorang menengok saat kita memanggilnya, maka sama sekali kita tak membutuhkannya. Sejak saat ini, kita bisa saling berjanji bahwa aku akan menoleh saat kau memanggil dengan sebutan Laut dan...
Read more »
Fiksi
Lelaki Laut
Dialog-dialog Menjelang Berangkat
fiksi
“Sebentar lagi, setelah pintu itu ditarik tutup dan kereta melaju, segalanya mungkin akan berubah.”
Aku mengatakannya dengan ragu-ragu, takut kau akan mengubah pendirianmu.
Tapi kau diam saja, seolah tidak akan terjadi apa-apa. Ada senyum di bibirmu yang bertekstur lembut itu, bersanding dengan kecuekan yang tidak dibuat-buat. Kau merapatkan jaketmu, memandang sekeliling, lalu menatapku dengan...
Read more »
Ajakan, Ke Atas, Langit, dan Surga
fiksi pertama di blog ini
1. “Ayo ikut denganku!”
“Ke mana?”
“Ke atas.”
“Maksudamu?”
“Ke langit.”
“Ke langit?”
“Maksudku, ke surga.”
“Aku pikir-pikir dulu.”
2.Sudah tiga kali aku mimpi semacam itu. Sebuah suara yang khas dan penuh wibawa, sebundar cahaya yang utuh menyala, dan sesosok tubuh tegap yang samar-samar. Aku kurang paham apa maksud mimpi-mimpi itu. Ajakan, ke atas, langit, surga, semua hal...
Read more »
