Siksa yang Menyelamatkan

Apr 07

Siksa yang Menyelamatkan

Ketika Sigmund Freud mulai mengobati pasien-pasien neurosa—yang merupakan fase awal bagi penemuannya atas psikoanalisa—ia menjadi tahu bahwa pengalaman masa lalu menjadi amat penting dalam penyembuhan pasien-pasien itu. Freud keluar dari kepercayaan medis saat itu yang menyebut bahwa semua gangguan psikis berasal dari salah satu kerusakan organis di dalam...

Read More

Benturan, Kecurigaan, dan Ras

Jan 02

Benturan, Kecurigaan, dan Ras

Di jaman ketika apartheid sudah tak ada, dan orang semacam Nelson Mandela banyak dipuja, rasialisme ternyata tak serat merta hilang. Prasangka yang berdasar atas perbedaan suku, memang tak mudah hilang meski dunia makin jadi entitas yang terus terbuka. Bahkan di Amerika Serikat, yang merupakan “surganya kebebasan”, prasangka atas orang lain yang datang dari ras...

Read More

Patah Hati Itu Mahal

Dec 24

Patah Hati Itu Mahal

Satu-satunya kesimpulan yang sedikit “berarti” yang bisa saya ambil dari film “Badai Pasti Berlalu”-nya Teddy Soeriaatmadja adalah bahwa patah hati itu mahal. Ya bagaimana tidak, bila seorang yang patah hati dan kemudian sakit hati—ya iya lah masak patah hati kok senang!—harus menenangkan dirinya ke Bali dan menginap di sana sampai berhari-hari di sebuah...

Read More

Menonton Orang Bosan

Dec 19

Menonton Orang Bosan

Orang-orang yang hiruk pikuk, tuntutan-tuntutan yang banyak berseliweran, dan manusia-manusia yang tak jengah mengejar kepentingan ekonomi, bisakah membuat kita bosan? Saya tak tahu. Tapi menonton “Koper”, sebuah film garapan Richard Oh, saya jadi tahu: ada juga orang yang bisa bosan dengan dunia yang macam itu. Dan kebosanan itu harus sedikit aneh dan heroik...

Read More

Switch to our mobile site