Kehidupan

Ucok

May 2, 2010
By Haris Firdaus
Ucok

Dia memakai setelan pakaian baru. Sebuah kaos putih bergambar Tom and Jerry dan celana pendek dengan warna dan gambar sama. “Dari Komnas Perlindungan Anak,” kata ayahnya sambil tertawa. Tapi dia tidak tertawa. Matanya tidak pernah menatap langsung ke saya. Ia seakan masih linglung, selalu melihat ke atas. Tak lama kemudian, ia meminjam HP ayahnya...
Read more »

Tags: , ,
Posted in Kehidupan | 16 Comments »

Penumpang Gelap

March 6, 2010
By Haris Firdaus
Penumpang Gelap

Mulanya, saat kereta api yang saya tumpangi malam itu berhenti, saya sama sekali tak curiga. Saya mengira ini hanya pemberhentian biasa, jeda yang biasa terjadi dalam sebuah perjalanan panjang kereta api. Saya ada di gerbong terakhir kereta. Di luar gelap. Tidak tampak bangunan apapun. Beberapa saat kemudian, mulai tampak kasak-kusuk di antara para penumpang. Mereka...
Read more »

Tags: , ,
Posted in Kehidupan | 30 Comments »

Temannya Soe Hok Gie

February 21, 2010
By Haris Firdaus
Temannya Soe Hok Gie

Saya bertemu dia pada sebuah siang yang terik. Saat itu sudah jam 2 siang lebih. Saya menaiki tangga rumah susun itu, menuju lantai tiga. Ia menyambut saya tepat di depan anak tangga terakhir. Bayangan saya tentang dia langsung berubah begitu melihat sosoknya secara sempurna. Mari memanggilnya B. Namanya terdengar sedikit lucu. Berbau perjuangan dan kekiri-kirian...
Read more »

Tags: , ,
Posted in Kehidupan | 24 Comments »

Balung Buto Sangiran

November 15, 2009
By Haris Firdaus
Balung Buto Sangiran

Indonesia punya pengalaman panjang yang cukup buruk dalam melestarikan peninggalan zaman lampaunya. Salah satu pengalaman itu berkait dengan pelestarian Situs Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang pada 5 Desember 1996 diakui sebagai warisan dunia nomor 593 oleh UNESCO. Sejak pengakuan itu, situs tersebut secara resmi bernama “Sangiran Early Man Site”. Pengakuan prestisius itu sebenarnya...
Read more »

Tags: , , , ,
Posted in Kehidupan | 36 Comments »

Pemuda dan Simplifikasi

October 28, 2009
By Haris Firdaus
Pemuda dan Simplifikasi

Hari ini, ketika “pemuda” dalam pengertiannya yang asasi terus disepak ke pojok ruang paling pinggir dari rumah kebangsaan kita, masihkah kita layak berbicara tentang sumpah pemuda dengan menggebu? Dua tahun lampau, dalam sebuah buletin pers mahasiswa di kampus saya, seorang mahasiswa menulis tentang refleksi sumpah pemuda dan apakah pemuda Indonesia saat ini bisa menjadi agen...
Read more »

Tags: , , ,
Posted in Kehidupan | 20 Comments »