Personal

Membuka

January 24, 2007
By Haris Firdaus

untuk tdy Adakah bagimu, kesepian itu identik dengan kesendirian? Kalau iya, maka mungkin saja kesepian yang kau keluhkan sebenarnya akibat kesendirian yang kau alami. Tapi saya kira tidak. Sebab nyatanya, kau memang tidak pernah sendiri. Di kampus, kau ada bersama kami. Di rumahmu, ada kakak yang juga menemanimu. Berdasar sebuah teori psikologi yang saya baca,...
Read more »

Posted in Personal | 2 Comments »

Dekat

January 19, 2007
By Haris Firdaus

Untuk Bagus Dwi Bagaimanapun juga, meski fisikmu jauh, tapi nama dan semangatmu terasa dekat. Memang kita sering mendengar ungkapan itu: seseorang yang telah tiada pun bisa dikenang dengan baik. Tapi, ada yang lain dalam kasusmu. Sebab ketika kau pergi, sebenarnya kami tak cukup mengenalmu. Sebagian dari kami memang mengenalmu dengan baik. Sebagian yang lain hanya...
Read more »

Posted in Personal | No Comments »

Marah

January 6, 2007
By Haris Firdaus

pada mas, mbak Saya percaya, manusia tak membawa kemarahan sejak lahir. Ia tak dianugerahkan Tuhan layaknya sebuah tubuh bagi manusia. Pada dasarnya, marah adalah sebuah sumbu, sebuah potensi. Tapi kalaupun marah bisa dikatakan sebagai sebuah sumbu, maka ia adalah sumbu yang gampang terbakar. Secuil titik api yang diterbangkan angin, bisa saja membakar sampai habis sumbu...
Read more »

Posted in Personal | 2 Comments »

Rumah

December 22, 2006
By Haris Firdaus

kepada R, yang hendak pergi R, saya tahu, semua orang memang memerlukan rumah. Bukan hanya dalam artian fisik: sebagai tempat berlindung dari terik dan dingin yang menyergap. Tapi juga dalam artian yang lebih luas dan dalam. Rumah bagi seseorang adalah juga tempat berbagi. Ia tak hanya berciri sebuah fisik yang megah dengan balutan arsitektur yang...
Read more »

Posted in Personal | No Comments »