<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Mimpi &#187; Seni</title>
	<atom:link href="http://rumahmimpi.net/category/seni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahmimpi.net</link>
	<description>mimpi adalah semangat. dan perlu sebuah rumah buat menampungnya.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 05:04:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Obasute</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2010/07/obasute/</link>
		<comments>http://rumahmimpi.net/2010/07/obasute/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 05:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris Firdaus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Hara Tomohiko]]></category>
		<category><![CDATA[Obasute]]></category>
		<category><![CDATA[teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[
Di desa-desa miskin pada masa Jepang kuno, seorang nenek yang telah renta akan dianggap sebagai beban. Oleh karena itu, ada sebuah adat dalam masyarakat kala itu bahwa Baba (nenek yang sudah renta) harus dibuang ke gunung dengan tujuan menghemat persediaan makanan. Baba akan digendong oleh anaknya sendiri menuju gunung, untuk kemudian ditinggalkan di sana sendirian.
Tradisi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahmimpi.net/2010/07/obasute/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toko Keperluan</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2010/06/toko-keperluan/</link>
		<comments>http://rumahmimpi.net/2010/06/toko-keperluan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 03:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris Firdaus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Anggun Priambodo]]></category>
		<category><![CDATA[ruangrupa]]></category>
		<category><![CDATA[seni rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Toko Keperluan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[
Dipandang dari luar, toko seluas 5 x 4 meter itu tampak sederhana. Dindingnya yang terbuat dari triplek berlapis potongan kayu itu dibiarkan polos, tanpa cat sama sekali. Pintu kaca di depan toko itu terlihat kurang serasi dengan tubuh bangunan. Di samping kanan toko tersebut, tergantung sebuah neon box yang memancarkan cahaya putih.
Berlainan dengan suasana di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahmimpi.net/2010/06/toko-keperluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Pulang Sapardi</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2010/04/jalan-pulang-sapardi/</link>
		<comments>http://rumahmimpi.net/2010/04/jalan-pulang-sapardi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 04:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris Firdaus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[hasan aspahani]]></category>
		<category><![CDATA[nirwandewanto]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sapardi djoko damono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[
Sapardi Djoko Damono, dengan topi pet hijau pupus, blazer warna krem, dan celana panjang kelabu, bangkit dari tempat duduknya. Dengan langkah-langkah pelan, nyaris seperti tertatih, ia menuju panggung. Tepuk tangan dalam durasi panjang menggemuruh, mengiringi perjalanan itu.
Semua itu terjadi Jumat malam (25/3), di Teater Salihara, Jakarta, pada acara perayaan 70 tahun Sapardi Djoko Damono. Dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahmimpi.net/2010/04/jalan-pulang-sapardi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Sebagai Subversi</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/</link>
		<comments>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 02:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris Firdaus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[rendra]]></category>
		<category><![CDATA[sapardi djoko damono]]></category>
		<category><![CDATA[wiji thukul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam kehidupan manusia, sebuah puisi seharusnya hadir sebagai sebentuk subversi. Sebagai bagian dari fiksi, puisi sudah sepantasnya datang sebagai semacam alternatif guna membikin “yang berbeda” hadir pada hidup kita yang belakangan ini sudah dimakan iklan dan dibuat bosan oleh politik.
Seperti pernah disampaikan Sapardi Djoko Damono, “tugas” fiksi adalah membuat jeda sejenak dari rutin yang mengelilingi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahmimpi.net/2009/12/puisi-sebagai-subversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asyik-Santai Desakralisasi Sastra Jawa</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/11/asyik-santai-desakralisasi-sastra-jawa/</link>
		<comments>http://rumahmimpi.net/2009/11/asyik-santai-desakralisasi-sastra-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 13:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris Firdaus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[bandung mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Singkar]]></category>
		<category><![CDATA[tempe bosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[
Apa sebenarnya yang menyebabkan sastra Jawa modern tinggal di dalam ruang yang sepi? Benarkah hanya disebabkan oleh globalisasi yang makin menggeruskan kebudayaan dan bentuk-bentuk seni lokal? Ataukah justru penyebabnya adalah masalah internal yang terjadi di dalam kalangan sastra Jawa sendiri? Bagaimana pula mengeluarkan sastra Jawa dari kesepian yang selama ini menghinggapinya?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang coba dijawab [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahmimpi.net/2009/11/asyik-santai-desakralisasi-sastra-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
