Seni

Gundono dan Wayang yang Tak Selesai

October 17, 2009
By Haris Firdaus
Gundono dan Wayang yang Tak Selesai

Di tangan Slamet Gundono, wayang adalah ihwal yang tak selesai. Selalu saja ada improvisasi yang kadang edan kadang nakal, lucu, juga politis, yang menyertai pertunjukan-pertunjukan wayang Gundono. Barangkali, kita akan menyimak paradoks: sebagaimana seni tradisi lainnya, wayang sebenarnya telah dibeku-bakukan oleh seperangkat pakem yang selama ratusan tahun terus dilestarikan dan enggan dilanggar. Tapi di...
Read more »

Tags: , ,
Posted in Seni | 19 Comments »

Sastra Jawa Tanpa Desa

September 26, 2009
By Haris Firdaus

Ada sebuah paradoks yang saya rasakan saat menghadiri Festival Sastra Jawa dan Desa 2009 pada 4-5 Agustus lalu. Berhasrat mendekatkan sastra Jawa dengan masyarakat pedesaan, yang selama ini diasumsikan sebagai habitat tersuburnya, acara itu, bagi saya, justru membuktikan bahwa sastra Jawa belum bisa benar-benar dekat dengan orang-orang desa. Dalam tulisan pengantar acara itu, panitia...
Read more »

Tags: , , , , ,
Posted in Seni | 25 Comments »

Anak-anak dari Dusun Global

August 29, 2009
By Haris Firdaus
Anak-anak dari Dusun Global

Perlahan-lahan ada yang sedang berubah dari dunia anak-anak di sekeliling kita. Sebuah pergeseran yang terjadi dalam imajinasi mereka, juga ketertarikan, dan harapan-harapan. Kebudayaan anak-anak Indonesia tak mungkin lagi dianggap sebagai ruang sempit yang hanya berisi produk-produk kultural yang ditafsirkan sebagai “asli Indonesia”. Suka atau tidak, kita sedang menyaksikan anak-anak itu memasuki satu ranah budaya...
Read more »

Posted in Seni | 20 Comments »

Dan Keresahan Makin Akrab

August 15, 2009
By Haris Firdaus
Dan Keresahan Makin Akrab

Indonesia hari ini adalah sebuah dunia yang resah. Dan, kebanyakan seni yang tercipta di masa ini seringkali jadi cermin yang memantulkan keresahan itu. Asep, Budi, dan Jajang berdiri berjejer. Ketiganya masih mengenakan seragam putih merah khas SD mereka. Asep memegang stick playstation yang tersambungkan seutas kabel ke otaknya. Budi berdiri dengan wajah kaku memegang seikat...
Read more »

Posted in Seni | 13 Comments »

Cecabang Jalan Akademisi Sastra

March 15, 2009
By Haris Firdaus
Cecabang Jalan Akademisi Sastra

(Tanggapan untuk Esai Aries A Denata SS di Solopos) Dunia kesusastraan selalu berisi banyak jalan dengan cecabang yang plural dan tak bisa dipersamakan. Sekian jalan yang barangkali kita temui saat menyusuri dunia sastra harusnya dianggap sebagai sebuah kekayaan, semacam kemajemukan yang indah dan merangsang. Ambisi “menyamakan” jalan yang harus dilalui oleh tiap komponen dalam sastra...
Read more »

Posted in Seni | 19 Comments »