“Dari Sebuah Museum Den Haag” dan Moral yang Tak Suci

Oct 24

“Dari Sebuah Museum Den Haag” dan Moral yang Tak Suci

Seandainya saja Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang ditakdirkan lebih dulu menjadi maju dari pada bangsa-bangsa di Eropa, adakah ia tak melakukan ekspansi-kolonialisme seperti yang dilakukan Bangsa-bangsa Eropa pada kita? Kita tentu tak tahu jawabannya secara persis sebab sejarah dan hidup bukan dibentuk terutama oleh kata “seandainya” atau...

Read More

Bagaimana Para Abege Itu Bertahan Hidup

Oct 24

Bagaimana Para Abege Itu Bertahan Hidup

Kalau anda berkunjung ke Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, barangkali anda akan mengambil kesimpulan yang sama dengan saya bahwa sinonim bagi abege saat ini ada dua. Pertama, berpacaran. Kedua, kaos ketat yang pada suatu kali—kalau anda beruntung—seringkali memperlihatkan celana dalam pemakainya. Saya sedang bercanda sekaligus serius. Sebab, saat...

Read More

Huruf-huruf yang Kembali ke Bumi

Oct 23

Huruf-huruf yang Kembali ke Bumi

Dalam hal pendobrakan terhadap konvensi estetik lama dalam dunia puisi, kita harus belajar pada Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Colzum Bachri, Afrizal Malna, dan tentu saja Joko Pinurbo. Tapi dalam hal mendekati dan mengintimi puisi, maka seorang penyair harus kita sebut: Acep Zamzam Noor. Penyair kelahiran Tasikmalaya ini, saya kira, adalah salah satu...

Read More

Pamflet Paling Buruk Tentang Bagaimana Menumbuhkan Semangat

Oct 20

Pamflet Paling Buruk Tentang Bagaimana Menumbuhkan Semangat

pada: p Setiap manusia mungkin punya waktu untuk berhenti. Tapi kalaupun yang demikian itu benar adanya, maka manusia yang baik adalah manusia yang berhenti sejenak saja. Ia berhenti untuk menghela sedikit napas, mengistirahatkan otot dan otaknya, atau sekedar melihat pemandangan yang menimbulkan kelegaan dan semangat. Setelah itu semua, manusia yang baik adalah...

Read More

Malin Kundang di Tapal Batas

Oct 20

Malin Kundang di Tapal Batas

Kalau benar bahwa—seperti dinyatakannya sendiri—Goenawan Mohamad adalah seorang Malin Kundang, maka ia adalah Malin Kundang yang tak pernah sepenuhnya “pergi” dan oleh karena itu, ia juga tak sepenuhnya “durhaka”. Hamid Basyaib, dalam pengantar Kumpulan Esei GM, “Setelah Revolusi Tak Ada Lagi”, menyebut bahwa GM adalah “orang Barat yang lahir di...

Read More

Switch to our mobile site